Detail Berita

TEMANGGUNG – Peta Persebaran Titik Lokasi Bencana Tahun 2025 yang dirilis BPBD Kabupaten Temanggung menunjukkan bahwa kejadian bencana tersebar hampir merata di seluruh wilayah kecamatan, dengan tingkat kerawanan tertinggi berada di kawasan tengah dan timur kabupaten.

Berdasarkan peta tersebut, wilayah Kecamatan Temanggung tercatat sebagai daerah dengan kategori kerawanan tinggi, yakni memiliki 24 hingga 34 titik kejadian bencana sepanjang tahun 2025. Selain itu, beberapa kecamatan lain seperti Kranggan, Kaloran, Tretep, dan Selopampang juga masuk dalam kategori sedang hingga tinggi dengan jumlah titik kejadian antara 13 hingga 23 lokasi.

Jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah tanah longsor, diikuti cuaca ekstrem dan banjir. Titik-titik longsor terlihat mendominasi wilayah perbukitan dan lereng, khususnya di bagian utara dan timur Temanggung seperti Bejen, Tretep, Kaloran, dan Kandangan. Sementara itu, banjir lebih banyak ditemukan di kawasan dataran rendah dan sepanjang aliran sungai, terutama di wilayah Temanggung Kota, Kranggan, Parakan, dan Bulu.

Sebaran cuaca ekstrem tampak menyebar luas di hampir semua kecamatan, menandakan bahwa dampak angin kencang dan hujan intensitas tinggi menjadi ancaman lintas wilayah sepanjang 2025.

Peta yang disusun menggunakan sistem koordinat WGS 84 UTM Zona 49S ini menjadi dasar penting bagi BPBD Kabupaten Temanggung dalam menyusun strategi mitigasi dan penanganan bencana. Dengan pemetaan yang detail, daerah rawan dapat diprioritaskan dalam kegiatan pengurangan risiko, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

 

BPBD Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir, agar terus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada puncak musim hujan, guna meminimalkan potensi korban dan kerugian akibat bencana.