TEMANGGUNG – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Candiroto mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Dusun Karawitan, Desa Karawitan, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Material longsor berasal dari tebing berupa rumpun bambu dengan tinggi sekitar 15 meter dan panjang kurang lebih 25 meter yang berada di area lahan pertanian. Longsoran tanah tersebut menutup saluran irigasi yang mengaliri Desa Karawitan dan Desa Batursari, serta merusak pipa saluran air bersih yang dimanfaatkan oleh warga Desa Karawitan, Desa Batursari, dan Desa Mento.
Selain berdampak pada infrastruktur, kejadian ini juga menyebabkan lahan pertanian padi milik Bapak Fajar, warga Desa Pateken, Kecamatan Wonoboyo, seluas kurang lebih 100 meter persegi mengalami gagal panen. Total kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp3.000.000.
Laporan kejadian diterima dari masyarakat setempat, kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan tinjau lokasi oleh BPBD Kabupaten Temanggung bersama Pemerintah Desa dan unsur masyarakat pada Senin (5/1/2026) pukul 15.30 WIB.
Tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, warga masyarakat secara gotong royong telah melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan material longsor sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Upaya yang telah dilakukan meliputi koordinasi dengan pihak terkait, pendataan dampak, serta peninjauan langsung di lokasi kejadian. Adapun kebutuhan mendesak saat ini adalah pembersihan material longsor secara menyeluruh dan perbaikan saluran air bersih agar aktivitas pertanian dan kebutuhan air warga dapat kembali normal.
BPBD