Detail Berita

TEMANGGUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung bersama Relawan SAR Kabupaten Temanggung, Kamis (8/1/2026), melaksanakan kegiatan antar jemput sekolah bagi siswa terdampak longsor di wilayah Kecamatan Gemawang. Kegiatan ini menyasar siswa SD Negeri 2 Gemawang dan MI Ma’arif Gemawang dengan total sebanyak 73 siswa.

Antar jemput dilakukan dari wilayah Ngadisepi menuju Gemawang dan sebaliknya. Layanan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Bupati Temanggung sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keselamatan dan kelancaran aktivitas pendidikan pascabencana tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung menegaskan bahwa layanan antar jemput ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun dan akan terus dilaksanakan hingga trase jalan baru pengganti jalan longsor selesai dibangun.

“Pendidikan adalah hak setiap siswa. Bencana bukan penghalang untuk terus belajar dan mencerdaskan bangsa,” tegasnya.

Setiap hari, BPBD bersama relawan menyiapkan tiga unit kendaraan untuk melayani antar jemput siswa. Pada hari ini, dukungan armada juga diperkuat dengan tambahan kendaraan dari Satlantas Polres Temanggung.

 

Akibat terputusnya akses jalan utama akibat longsor, jarak tempuh yang semula dapat dilalui dalam waktu sekitar lima menit kini harus memutar hingga mencapai 30 menit. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa apabila harus menempuh perjalanan secara mandiri.

Sementara itu, proses pembangunan trase jalan pengganti saat ini tengah dikebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung agar akses masyarakat, khususnya aktivitas pendidikan, dapat segera kembali normal.

Pemerintah Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta mendukung upaya percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.