Detail Berita

Temanggung – Bupati Temanggung Agus Setyawan menginstruksikan percepatan pemulihan akses jalan antar-desa di Kecamatan Gemawang yang terputus total akibat bencana tanah longsor. Sebagai tindak lanjut, alat berat jenis backhoe milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung sudah mulai melakukan penanganan di lokasi trase jalan Dalangan–Gemawangan yang berada tidak jauh dari titik longsor.

Penanganan difokuskan pada pembersihan material tanah berlumpur dan kondisi jalan yang licin akibat hujan, sekaligus pembuatan sistem drainase serta stripping atau pengupasan lapisan tanah yang labil. Kegiatan penanganan di lapangan mulai dilaksanakan sejak Kamis (8/1/2026).

Bencana tanah longsor tersebut tidak hanya memutus konektivitas antar-Desa Ngadisepi, Gemawang, dan Kemiriombo, tetapi juga berdampak pada saluran irigasi Gondangan. Untuk mengurangi beban air pada tanah yang labil, aliran irigasi di titik longsor sementara waktu dibendung dan dialihkan.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Temanggung merancang pembangunan trase jalan baru di wilayah Seseh. Jalur ini direncanakan menggantikan jalur darurat yang rawan longsor dan telah beberapa kali mengalami kerusakan sejak tahun 2019 dan 2022.

Hingga saat ini, Pemkab Temanggung telah menyelesaikan pembebasan lahan serta pembangunan Jembatan Seseh pada ruas Dalangan–Gemawangan dengan anggaran sekitar Rp700 juta. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat kelanjutan pembangunan masih membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

DPUPR Kabupaten Temanggung bersama BPBD telah mengajukan permohonan bantuan kepada BNPB. Proses tersebut saat ini masih dalam tahap tindak lanjut berdasarkan kajian teknis Badan Geologi Kementerian ESDM serta uji Detail Engineering Design (DED) dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY.