Detail Berita

TEMANGGUNG – Berdasarkan data prakiraan potensi banjir yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dan Badan Informasi Geospasial (BIG), serta prakiraan potensi gerakan tanah yang dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), wilayah Kabupaten Temanggung termasuk dalam daerah dengan potensi bencana pada bulan Januari 2026.

Dalam pemberitahuan tersebut, Kabupaten Temanggung masuk dalam kategori potensi gerakan tanah (longsor) menengah hingga tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor curah hujan yang diperkirakan masih tinggi serta karakteristik geografis wilayah yang didominasi oleh lereng dan perbukitan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, diperlukan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan guna meminimalkan dampak ancaman bencana banjir dan gerakan tanah yang berpotensi terjadi. BPBD Provinsi diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada BPBD Kabupaten/Kota dalam menyiapkan langkah-langkah konkret, termasuk penguatan mitigasi, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, serta penyiapan rencana kontinjensi sesuai dengan potensi bencana yang telah dipetakan.

BPBD Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan daerah aliran sungai. Masyarakat diminta untuk secara aktif memantau kondisi lingkungan sekitar, seperti munculnya retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, serta aliran air yang tidak biasa. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama, warga diharapkan segera melakukan langkah antisipasi dan menghindari area rawan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengikuti informasi peringatan dini cuaca dan bencana yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG dan BPBD, serta segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas terkait apabila menemukan potensi ancaman bencana di lingkungan masing-masing. Upaya kesiapsiagaan dan peringatan dini ini diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak bencana selama periode rawan pada Januari 2026.