Temanggung — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung bersama unsur terkait melakukan peninjauan lokasi bencana tanah longsor di Dusun Gejugan RT 01 RW 01, Desa Wates, Kecamatan Wonoboyo, pada Senin, 22 Desember 2025, sekitar pukul 19.00 WIB.
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian dilaporkan oleh masyarakat setempat setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Desa Wates. Lokasi kejadian berada pada koordinat -7.231613, 109.961155.
Hujan deras mengakibatkan tebing setinggi kurang lebih 5 meter dengan panjang sekitar 15 meter mengalami longsor dan menimpa rumah milik Bapak Dahlan (55 tahun), yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan tiga jiwa. Material longsor merusak atap rumah pada bagian dapur dengan ukuran panjang sekitar 4 meter dan lebar 2 meter. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Penanganan kejadian melibatkan Pemerintah Desa Wates, BPBD Kabupaten Temanggung, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Kerugian materiil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 1.026.000.
Sebagai langkah penanganan awal, petugas melakukan asesmen dan pendataan di lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak terkait, serta memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi rawan longsor. Selain itu, area longsoran ditutup sementara menggunakan terpal untuk mencegah longsor susulan, disertai dengan penyaluran bantuan logistik dan terpal kepada warga terdampak.
Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah pembersihan material tanah longsor. Meski demikian, warga terdampak tidak melakukan pengungsian dan masih bertahan di rumah masing-masing dengan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lanjutan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
BPBD