Detail Berita

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Kedu, Kecamatan Kedu, mengakibatkan terjadinya tanah longsor di kawasan DAM Siklopo, yang berdampak pada terganggunya aliran irigasi menuju area pertanian warga.

Luapan air di Kali Cangakan akibat hujan deras menyebabkan talud DAM Siklopo mengalami kerusakan. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi, mengingat kejadian serupa juga pernah dialami pada tahun 2021. Longsoran tanah pada talud tersebut mengancam saluran irigasi yang mengalir menuju Desa Kedu dan Desa Salam Sari, sehingga berpotensi mengganggu kebutuhan air pertanian masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, warga setempat sebelumnya telah melakukan penanganan darurat secara swadaya dengan bergotong royong membuat saluran irigasi sementara menggunakan drum agar aliran air tetap berjalan. Namun, hujan kembali turun dengan intensitas tinggi pada 22 Desember 2025, menyebabkan longsor susulan dan mengancam keberadaan saluran darurat tersebut.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD bersama Pemerintah Desa Kedu melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Selasa, 23 Desember 2025. Dari hasil tinjauan di lapangan, ditemukan dua titik longsoran, masing-masing dengan panjang sekitar 8 meter dan 11 meter, serta tinggi longsoran kurang lebih 3 meter.

Berdasarkan pendataan sementara, kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 63.801.000. , kondisi longsoran dinilai masih berpotensi berkembang apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Saat ini, upaya yang dilakukan difokuskan pada koordinasi lintas sektor dan perencanaan penanganan lanjutan. Pemasangan bronjong sebagai tanggul darurat dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menahan longsor sekaligus menjaga keberlangsungan aliran irigasi bagi warga.