Detail Berita

Semarang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan kewaspadaan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di wilayah Jawa Tengah pada periode 4 hingga 10 Desember 2025. Peringatan ini dirilis menyusul adanya gangguan atmosfer yang berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif dan peluang terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

BMKG menjelaskan bahwa sejumlah faktor atmosferik tengah aktif di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Di antaranya suhu permukaan laut yang hangat di perairan Laut Jawa, belokan dan pertemuan angin, aktivitas gelombang ekuatorial Rossby, serta kelembapan udara yang basah dari lapisan bawah hingga atas. Kondisi ini diperkuat dengan adanya labilitas atmosfer yang mendukung pembentukan awan Cumulonimbus, sehingga meningkatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem di berbagai daerah.

Beberapa kabupaten/kota yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang selama periode tersebut , salah satunya adalah Temanggung. Dampak yang mungkin timbul meliputi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor terutama di wilayah dengan kemiringan lereng serta aliran sungai yang rawan.

Imbauan untuk Masyarakat Kabupaten Temanggung :

BMKG meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi. Beberapa imbauan yang disampaikan antara lain:

1.Menghindari aktivitas di bantaran sungai dan wilayah lereng rawan longsor, mengingat curah hujan berpotensi meningkat.

2.Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat, terutama ketika disertai kilat/petir dan angin kencang.

3.Menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, baliho, serta tiang listrik yang dapat roboh saat angin kencang.

BMKG juga memberikan akses informasi cuaca terkini melalui laman resmi, media sosial @cuaca_jateng, aplikasi Info BMKG, serta layanan call center 196 atau kontak Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.

Peringatan dini ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan Pemerintah Daerah, sehingga potensi risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.