BPBD Kabupaten Temanggung meneruskan Peringatan Dini Gerakan Tanah kepada masyarakat Kabupaten Temanggung, berdasarkan surat resmi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah tertanggal 31 Oktober 2025. Peringatan ini dikeluarkan setelah dilakukan kompilasi peta zona kerentanan gerakan tanah oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta prakiraan curah hujan bulan November 2025 dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Tengah.
Dalam peringatan tersebut, disebutkan bahwa wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Temanggung, diprediksi mengalami curah hujan antara 151 mm hingga > 500 mm, dengan kategori Sedang hingga Sangat Tinggi. Kondisi suhu muka laut yang lebih hangat dari normal juga meningkatkan potensi penguapan dan intensitas hujan di wilayah Jawa Tengah.
Berdasarkan analisis tersebut, beberapa wilayah di Kabupaten Temanggung masuk dalam kategori kerentanan gerakan tanah menengah–tinggi, terutama pada peta yang ditandai warna kuning–merah dengan curah hujan di atas 300 mm. BPBD Temanggung mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras berkepanjangan.
Peringatan dini ini juga disertai langkah mitigasi yang direkomendasikan, yaitu:
-
Meningkatkan penyuluhan kewaspadaan kepada masyarakat di wilayah rawan gerakan tanah.
-
Menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana untuk mengantisipasi kejadian bencana.
-
Meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemasangan Early Warning System (EWS) dan ronda saat hujan berlangsung selama 2 jam berturut-turut.
-
Menguatkan koordinasi dengan TNI, Polri, ormas kebencanaan, serta stakeholder lainnya dalam penanganan darurat.
BPBD Kabupaten Temanggung menegaskan bahwa penyebaran peringatan dini ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk menjaga keselamatan masyarakat dan meminimalkan risiko bencana tanah longsor selama puncak musim hujan.
BPBD