Temanggung, 19 Oktober 2025 —
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya letusan gunung api. Sebagai daerah yang berdekatan dengan wilayah rawan bencana vulkanik, kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul.
BPBD Kabupaten Temanggung menyampaikan beberapa tindakan pencegahan untuk mengurangi dampak letusan gunung api, antara lain:
-
Ketahui bahaya di sekitar rumah.
Warga diimbau untuk mengenali potensi bahaya seperti jalur aliran lahar, zona abu vulkanik, dan area rawan longsor di sekitar tempat tinggal. -
Sediakan masker dan kacamata pelindung.
Abu vulkanik dapat membahayakan pernapasan dan mata, sehingga penting untuk selalu menyiapkan perlengkapan pelindung diri. -
Menampung air bersih.
Saat terjadi letusan, pasokan air dapat terganggu. Oleh karena itu, warga dianjurkan menyiapkan cadangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. -
Siapkan perlengkapan siaga bencana.
Termasuk alat penerangan, obat-obatan, pakaian, makanan kering, dan dokumen penting dalam satu tas siaga. -
Belajar pertolongan pertama.
Pengetahuan dasar pertolongan pertama sangat membantu dalam menolong diri sendiri maupun orang lain saat kondisi darurat. -
Lakukan latihan evakuasi secara rutin.
Latihan evakuasi membantu masyarakat memahami jalur evakuasi dan titik kumpul aman ketika terjadi erupsi. -
Lakukan simulasi bencana di rumah.
Libatkan seluruh anggota keluarga agar memahami peran masing-masing saat menghadapi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman letusan gunung api.
“Kewaspadaan dan kesiapan masyarakat adalah benteng utama dalam menghadapi potensi erupsi. Dengan mengetahui langkah-langkah pencegahan, risiko dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung.
BPBD Kabupaten Temanggung berkomitmen terus memberikan edukasi, sosialisasi, dan simulasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat di wilayah rawan bencana vulkanik.
BPBD