Temanggung, 11 Oktober 2025 — Dalam rangka menghadapi datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat untuk melakukan berbagai langkah antisipatif guna mengurangi risiko bencana yang dapat terjadi akibat curah hujan tinggi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air.
BPBD Kabupaten Temanggung menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dengan melakukan tindakan pencegahan sederhana namun efektif sebelum musim hujan tiba, di antaranya:
- Menguras, menutup, dan menimbun tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk mencegah penyakit demam berdarah.
- Membuat sumur resapan untuk membantu penyerapan air ke dalam tanah dan mengurangi genangan.
- Menyiapkan penghambat air banjir, seperti karung pasir atau tanggul sementara di sekitar rumah.
- Meninggikan pondasi rumah atau membuat tanggul kecil di area rawan genangan.
- Membersihkan saluran air dan mengeruk sampah di kali atau selokan agar aliran air tetap lancar.
- Mengamankan peralatan elektronik dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari potensi banjir.
- Menyediakan bak penampung air bersih sebagai cadangan jika terjadi gangguan distribusi air.
- Menyiapkan jas hujan atau payung untuk melindungi diri saat beraktivitas di luar rumah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, (isi nama pejabat bila diperlukan), menyampaikan bahwa langkah-langkah sederhana tersebut penting dilakukan sejak dini untuk mengurangi dampak bencana yang mungkin timbul.
“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama melakukan gerakan bersih lingkungan dan memeriksa saluran air agar siap menghadapi musim hujan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Temanggung juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan Destana dalam kegiatan mitigasi bencana, seperti kerja bakti pembersihan lingkungan dan pemeriksaan saluran drainase di wilayah rawan.
Dengan kesiapsiagaan dan kepedulian bersama, diharapkan masyarakat Kabupaten Temanggung dapat melewati musim hujan dengan aman dan minim risiko bencana.
BPBD