Detail Berita

Temanggung – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan lereng agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor. Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus dapat memicu pergerakan tanah, terutama di daerah dengan kontur tanah curam dan sistem drainase yang kurang baik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung menyampaikan bahwa langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menjaga vegetasi di lereng agar tidak gundul, membuat saluran air yang baik untuk menghindari genangan di tebing, serta tidak melakukan penggalian atau pemotongan tanah di sekitar area rawan longsor.

Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak mendirikan bangunan permanen di area yang berisiko tinggi serta memperhatikan tanda-tanda awal longsor, seperti munculnya retakan tanah, dinding rumah yang miring, atau suara gemeretak dari dalam tanah. Apabila tanda-tanda tersebut muncul, masyarakat diminta segera melakukan evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman dan melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah desa atau BPBD.

BPBD Temanggung terus melakukan pemantauan wilayah rawan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan. Melalui edukasi dan sosialisasi, BPBD mendorong masyarakat agar mampu mengenali ancaman di sekitar tempat tinggalnya serta menerapkan langkah-langkah mitigasi bencana sejak dini.

 

Dengan kewaspadaan dan gotong royong seluruh pihak, diharapkan risiko dan dampak bencana tanah longsor di Kabupaten Temanggung dapat diminimalkan. BPBD mengajak masyarakat untuk tetap waspada, sigap, dan tangguh menghadapi ancaman bencana di musim hujan.