Temanggung – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tretep pada Rabu (22/10/2025) malam menyebabkan talud di samping rumah milik Bapak Sono (65 tahun), warga Desa Campurejo, mengalami longsor sekitar pukul 20.30 WIB.
Longsoran dengan ukuran panjang 10 meter dan tinggi 5 meter terjadi sangat dekat dengan rumah korban, berjarak hanya 1 meter. Kondisi ini juga mengancam rumah milik Bapak Trimo yang berjarak sekitar 2 meter dari lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim dari BPBD Kabupaten Temanggung bersama unsur TNI/Polri, Pemerintah Desa Campurejo, dan masyarakat setempat segera melakukan assessment dan peninjauan lokasi pada Kamis (23/10/2025) pukul 18.00 WIB.
Tidak terdapat korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, hasil pendataan menunjukkan dua rumah warga terancam longsor susulan, dengan taksiran kerugian material mencapai Rp 19.927.500,-.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Temanggung menghimbau warga untuk menutup area longsoran menggunakan terpal dan karung bagor guna menahan potensi longsor susulan, serta tetap waspada terhadap kondisi tanah labil di sekitar permukiman.
BPBD akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak desa dan masyarakat dalam upaya penanganan lebih lanjut terhadap ancaman longsor di wilayah tersebut.
BPBD