Detail Berita

Temanggung – Dalam rangka meningkatkan pembinaan fisik, mental, disiplin, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Temanggung menggelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana Alam, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, pada Selasa (21/10).

 

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Rutan Temanggung dalam menyiapkan langkah antisipatif terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu, seperti gempa bumi, kebakaran, maupun banjir. Hal ini menjadi penting mengingat kondisi geografis dan struktur bangunan rutan yang memerlukan kesiapan dan penanganan khusus saat terjadi keadaan darurat.

 

Dalam simulasi tersebut, tim dari BPBD Temanggung memberikan materi sosialisasi dan pelatihan teknis kepada seluruh petugas Rutan. Peserta dilatih mengenai langkah-langkah penyelamatan saat terjadi bencana, termasuk prosedur evakuasi yang aman dan penentuan titik kumpul bagi seluruh warga binaan dan petugas.

 

Kepala Rutan Temanggung, Hendra Prastya Nugraha, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur di lingkungan Rutan.

 

“Kegiatan ini bukan sekadar simulasi, tetapi latihan nyata untuk memastikan seluruh petugas dan warga binaan memahami prosedur penyelamatan ketika bencana terjadi. Dengan latihan seperti ini, kita berharap dapat meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan bersama,” ujar Karutan.

 

Sementara itu, perwakilan dari BPBD Kabupaten Temanggung menyampaikan apresiasi atas inisiatif Rutan Temanggung yang telah aktif berkoordinasi dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh positif bagi instansi lain dalam membangun budaya tangguh bencana di lingkungan kerja.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar, dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui kegiatan ini, Rutan Temanggung menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan berbagai instansi daerah dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tangguh, dan responsif terhadap potensi bencana.