TEMANGGUNG – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, pada Senin (13/10/2025) sore, menyebabkan belasan rumah warga mengalami kerusakan dengan total taksiran kerugian mencapai lebih dari Rp135 juta.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB dan berdampak di beberapa titik, yakni Dusun Pundung dan Dusun Tegalan, Desa Tlogomulyo, Kecamatan Tlogomulyo. Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima BPBD Kabupaten Temanggung, sebanyak 19 rumah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak sedang.
Di Dusun Pundung RT 01 RW 04, kerusakan paling banyak dilaporkan. Sejumlah rumah milik warga, antara lain Didin, Dim Rofi’i, Subiyanto, Makmun Mubarok, Safudin Zuhri, dan beberapa warga lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap galvalume maupun genteng. Beberapa rumah juga mengalami kerusakan plafon, serambi, dan kanopi, bahkan satu rumah tertimpa pohon tumbang.
Sementara itu, di Dusun Tegalan RT 01 RW 05, rumah milik Ponijo mengalami rusak sedang pada penutup atap galvalume berukuran 10 x 14 meter dengan estimasi kerugian mencapai Rp35.910.000, sedangkan di Dusun Tegalan RT 02 RW 05, rumah milik Supriyono juga mengalami kerusakan sedang senilai Rp3.847.500.
Secara keseluruhan, jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp135.850.000, dengan total 75 jiwa terdampak dari peristiwa ini. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Temanggung bersama instansi terkait dan masyarakat setempat segera melakukan peninjauan lapangan pada pukul 18.15 WIB. Tim melakukan pendataan, asesmen kerusakan, dan koordinasi dengan pihak pemerintah desa serta relawan untuk langkah penanganan selanjutnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa pancaroba yang sering disertai hujan intensitas tinggi dan angin kencang.
“BPBD terus memantau kondisi lapangan dan siap melakukan langkah-langkah penanganan darurat bersama unsur relawan, pemerintah desa, dan masyarakat,” ujar perwakilan BPBD.
Rencananya, warga bersama perangkat desa akan melakukan kerja bakti perbaikan atap dan pembersihan material secara gotong royong untuk membantu pemulihan rumah-rumah terdampak.
BPBD