Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kerawanan gempa bumi tertinggi di dunia. Hal ini disebabkan letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik.
Kondisi tersebut menjadikan hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia berisiko mengalami bencana gempa bumi, baik dalam skala kecil maupun besar yang dapat menimbulkan kerusakan parah. Gempa bumi juga sering memicu bencana ikutan seperti tsunami, letusan gunung api, dan pergerakan tanah.
Namun demikian, BNPB mencatat bahwa Pulau Kalimantan bagian barat, tengah, dan selatan relatif tidak memiliki sumber gempa bumi langsung. Meski begitu, wilayah tersebut tetap dapat merasakan getaran akibat gempa dari sumber yang berada di sekitar Laut Jawa dan Selat Makassar.
Wilayah-wilayah yang paling rawan gempa bumi di Indonesia mencakup Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui edukasi kebencanaan, latihan evakuasi, dan memahami jalur penyelamatan di lingkungan masing-masing. “Kita tidak bisa mencegah gempa, tetapi kita bisa mengurangi dampaknya dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan,” tegas BNPB dalam keterangannya.
Dengan program Tanggap, Tangkas, Tangguh Menghadapi Bencana, BNPB berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat lebih sadar dan siap menghadapi potensi gempa bumi di tanah air.
BPBD