Detail Berita

 

Temanggung – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahaya angin puting beliung. Fenomena ini merupakan udara yang bergerak dengan cepat dan bertekanan tinggi, serta berpotensi menimbulkan kerusakan serius dalam waktu singkat.

BNPB menjelaskan, ada beberapa karakteristik yang perlu dipahami masyarakat terkait puting beliung, di antaranya:

  1. Kejadian bersifat lokal.

  2. Berlangsung singkat, umumnya sekitar 10 menit.

  3. Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, bahkan menjelang malam.

  4. Muncul dari sistem awan cumulonimbus, yakni awan tebal yang menjulang tinggi menyerupai menara atau gunung. Namun tidak semua jenis awan dapat memicu fenomena puting beliung.

  5. Kemungkinan kecil terjadi kembali di lokasi yang sama dalam waktu dekat.

Dengan memahami ciri-ciri tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada dan mampu mengambil langkah penyelamatan diri lebih dini saat tanda-tanda puting beliung muncul.

BNPB juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, seperti menjauhi bangunan rapuh, menghindari pohon tinggi, serta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, maupun BNPB terkait peringatan dini cuaca ekstrem.

 

Upaya pencegahan dan pengetahuan sejak dini menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana serta melindungi keselamatan masyarakat.