Detail Berita

Temanggung – Menghadapi potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, maupun kebakaran permukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya menyelamatkan diri dan keluarga, tetapi juga memperhatikan keselamatan hewan peliharaan.

Hewan peliharaan seperti kucing, anjing, burung, ayam, dan ternak sering kali menjadi korban tak terlindungi saat terjadi bencana. Dalam banyak kasus, hewan-hewan tersebut tertinggal di kandang atau rumah karena pemiliknya panik dan tidak sempat melakukan evakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung menyampaikan bahwa perlindungan terhadap hewan peliharaan juga merupakan bagian dari upaya keselamatan yang menyeluruh.

“Ketika terjadi bencana, warga sering hanya fokus pada evakuasi manusia. Padahal hewan peliharaan juga makhluk hidup yang harus dilindungi. Kami mengimbau warga agar memiliki rencana evakuasi yang mencakup hewan peliharaan,” ujarnya.

BPBD juga memberikan sejumlah tips kepada masyarakat agar hewan peliharaan tetap aman saat bencana terjadi, di antaranya:

  • Siapkan kandang atau tas khusus untuk evakuasi hewan.

  • Berikan identitas pada hewan peliharaan, seperti kalung nama atau tanda pengenal.

  • Siapkan stok makanan dan obat-obatan hewan dalam tas darurat.

  • Letakkan hewan di tempat yang mudah dijangkau saat kondisi darurat.

Dalam beberapa kegiatan simulasi bencana yang dilakukan BPBD di desa-desa rawan, warga juga diajak untuk melibatkan hewan peliharaan dalam latihan evakuasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat terbiasa bertindak cepat dan tepat saat bencana benar-benar terjadi.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya soal manusia, tetapi juga mencakup seluruh makhluk hidup yang menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggal kita.

BPBD berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan hewan peliharaan, maka jumlah korban bencana—baik manusia maupun hewan—dapat ditekan seminimal mungkin.