Temanggung – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Putat mengakibatkan meluapnya air Kali Parangan dan mengikis talud di sisi sungai. Kondisi ini diperburuk oleh longsornya Dam Kali Parangan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan. Akibatnya, talud milik Bu Karsidah, Kepala Desa Putat, mengalami longsor cukup parah.
Longsoran talud memiliki tinggi sekitar 3 meter dan panjang 8 meter. Bangunan pagar keliling di atasnya yang terbuat dari batako dengan tinggi 2,5 meter dan panjang 8 meter juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan.
Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung telah melakukan peninjauan lokasi pada 21 Mei 2025. Dalam kesempatan itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Putat untuk merespons dampak kerusakan yang terjadi.
"Kami telah meninjau langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menangani dampak dari kejadian ini," ujar Kepala BPBD Temanggung.
Warga sekitar diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.