Detail Berita

 

Temanggung, 10 Mei 2025 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Tembarak, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung pada Sabtu sore (10/5/2025) pukul 17.00 WIB menyebabkan terjadinya tanah longsor di sektor pertanian. Bencana ini berdampak serius terhadap infrastruktur pengairan dan saluran air bersih.

Tanah longsor yang terjadi mengakibatkan tertutupnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Soko serta saluran air bersih ke Desa Wonokerso. Selain itu, longsor juga menutup sejumlah saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian di wilayah Sriwuni, Setumpuk, Jaranan, dan Bendan, yang biasa digunakan untuk mengairi sekitar 15 hektar sawah.

Berdasarkan data yang dihimpun, tanah yang mengalami longsor seluas 3.000 meter persegi milik empat warga setempat, yakni:

Harumyani (Kamal Manggoro) – 1.000 m?2;
Ahmad Zazin (Desa Tembarak) – 500 m?2;
Zaenal (Desa Tembarak) – 1.000 m?2;
Daroji (Desa Tembarak) – 500 m?2;
Langkah Penanganan Sementara
Sebagai respons awal, para pemilik lahan dengan dibantu warga setempat akan melakukan penebangan beberapa pohon di area longsor. Pemerintah Desa Tembarak bersama Pemerintah Desa Wonokerso juga segera melakukan koordinasi dan pelaporan ke instansi terkait, yaitu Kecamatan Tembarak, BPBD Kabupaten Temanggung, Dinas Pertanian, dan DPUPR Bidang Irigasi.

Penanganan longsor rencananya akan melibatkan alat berat untuk pengerukan tanah yang menutup aliran sungai. Upaya ini dianggap mendesak untuk mencegah bencana lanjutan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dan potensi banjir dari aliran Kali Soko yang besar.

Personel Terlibat Dalam penanganan bencana ini, sejumlah unsur telah dilibatkan, di antaranya: BPBD Kabupaten Temanggung,TNI/Polri,Pemerintah Desa Tembarak dan Wonokerso,Kelompok Tani setempat

Situasi saat ini masih dalam proses penanganan darurat. Pemerintah desa berharap dukungan cepat dari dinas terkait agar saluran air dan irigasi dapat segera pulih, mengingat peran vitalnya bagi kebutuhan warga dan keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.