Temanggung – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional yang jatuh pada 26 April 2025, Pemerintah Kabupaten Temanggung turut ambil bagian dalam kegiatan simulasi penanggulangan bencana yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang juga didorong untuk masuk dalam rekor MURI, karena melibatkan ribuan sekolah di berbagai daerah secara bersamaan.
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung menyampaikan bahwa partisipasi sekolah dalam HKB 2025 adalah bentuk komitmen dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan satuan pendidikan.
“Hari ini 5 Sekolah ikut serta memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, tanggal 26 April 2025. Kami diminta untuk masuk rekor MURI, seluruh sekolah mengadakan kegiatan ini secara serentak,”
Simulasi bencana peringatan HKB di Kabupaten Temanggung diadakan di 5 sekolah yaitu SD Negeri 1 Kedungumpul Kandangan, SD Negeri 2 Sidorejo Temanggung, SMP Negeri 1 Kandangan, SMP Negeri 2 Temanggung dan SMP Negeri 3 Temanggung. Sekolah tersebut sudah dibentuk menjadi satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Simulasi untuk melatih dan meningkatkan kemampuan penyelamatan diri dan evakuasi mandiri dari bencana.
Sekolah dipilih karena arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa peringatan HKB 2025 fokus di sekolah agar menjadi perhatian. Meski demikian peringatan HKB dihadirkan untuk semua masyarakat. Peringatan HKB tahun 2025 mengambil tema siap untuk selamat.
"Tujuan HKB menghadirkan kesiapsiagaan di masyarakat. Kesiapsiagaan berarti kita harus mampu melaksanakan mitigasi dan meningkatkan pengetahuan kebencanaan, latihan dan lainnya. Dengan demikian akan terbangun ketahanan lingungan dari aspek pencegahan dan penanggulangan bencana yang arahnya pada meminimalisir dampaknya," jelasnya.
"Simulasi bencana ini penting karena Indonesia rawan bencana seperti gempa. Kalau anak-anak mudah memahami keselamatan dari bencana dengan simulasi ini karena mempraktikan langsung. Kita rencanakan minimal satu semester sekali melakukan simulasi, sehingga nanti paham kalau ada bencana gempa harus berbuat apa.
